Tampilkan postingan dengan label Curhat-ku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Curhat-ku. Tampilkan semua postingan

Tangisan Lelaki

Sebuah artikel di suaramerdeka menguraikan beberapa fakta nyata mengenai tangsian seorang lelaki. Beberapa hal yang tertulis pada artikel tersebut saya sebagai lelaki mengakui kebenaran hal tersebut karena saya pernah mengalaminya.
Fakta pertama mengenai tangisan lelaki adalah bahwa


Read more...

Penguburan Marthinus Mangape, Pa'pulungan, Malimbong

Dibawah ini adalah dokumentasi penguburan ayahanda tercinta (Alm Marthinus Mangape) di Kole Malimbong.



Read more...

Mengenangmu Ayah


Ayah...... bagaimana keadaanmu sekarang?
Apakah ayah sibuk mengurus kerbau?
Apakah ayah sedang mempersiapkan syair tuk sebuah pesta ?
Adakah ayah berdiri di tengah-tengah permasalahan warga ?
Pada sebuah kehidupan yang kau jalani kekal dan menyenangkan?
Dulu, kau selalu tersenyum memandangku
Kuharap sekarang kau masih tersenyum seperti dulu
Saat ku kecil, kau selalu memanjakanku
Kuharap kau senang dengan keadaan barumu
Tak pernah bosan aku datang dengan doa-doa

Ayah......

kau begitu bijaksana
Jerih payah dan cucur keringatmu sangat berharga
Redup tatap matamu pancarkan wibawa
Senyum kasihmu hilangkan gundah
Engkau adalah semangatku menjelma dalam jiwa
Tak pernah terputus kurasa
Waktu begitu cepat berlari meninggalkan sederetan cerita
Ketika sakit yang kau derita sangat menyiksa
Tak pernah sedikit kau merintih
Dengan takdir kau berusaha menahan rasa perih bagai berjuang
Kurasakan dari kuat erat jemari penuh sayang yang selalu membelaiku saat kecil
Tiba kau pergi karena Sang Bapa Sorgawi lebih menyayangmu
Kau tak pernah bosan mengajarkan tentang kehidupan, kesabaran juga ketulusan
Kau panutan dari anak-anakmu
Diakhir sebelum kau pergi mendaku masih engar sayup suaramu lewat telepon genggam.
Walau nafas terakhir kau hembuskan dengan senyuman
Ayah....
Betapa banyak handa taulan menjenguk saat sakitmu
Lebih banyak lagi datang ketika Sang Bapa memanggilmu
Kutahu engkau begitu berharga dimata mereka
Kutahu kau sangat dermawan terhadap orang lain
Sumbangsih dan nasehat yang kau berikan dengan prilaku indah itu
Sekarang engkau telah pergi
Namun, nama dan amal baikmu tetap hidup
Ayah.... .
Kau yang paling kuhormati sosok berwibawa dan sabar menghadapi semua cobaan gigih berjuang untuk kejayaan anak-anakmu tekun mengajar akan arti kejujuran engkau begitu teguh dan tegar menjalani hidup tak pernah menyerah dalam berusaha selalu berbaik sangka pada semua
Kupohon, maafkan aku Ayah
Maafkan semua dosa dan kesalahanku selama ini
Pengabdianku belumlah cukup membuatmu bahagia
Terlebih aku tak berada disisimu saat itu engkau amanahkan harus berbuat lebih dari yang ayah pernah gapai.
Saat kau tegaskan harus pulang membawa cahaya menerangi sanak saudara
Terpatri dalam benak sanubari dan jiwaku
Anakmu harus berhasil dan kembali menjadi pelita
Ayah..... kalimat itu masih hangat dalam ingatanku
Maafkan semua salah yang pernah ada
Maafkan bila belum dapat mewujudkan harapanmu
Percayalah!
Anakmu selalu datang dengan doa pengharapan
Aku berjanji menjadi yang terbaik untuk keluarga dan semua
Didikanmu adalah awal dari keberhasilan yang kuraih
Selamat jalan Ayah, semoga kau di sana lebih baik dan digolongkan orang orang yang beriman
Dekapku dalam doa tulus untukmu disisi-Nya
(Untukmu di sana, semoga Allah menyayangmu seperti kau menyayangiku saat kecil dulu)


Read more...

Selamat Jalan Ayah 2

Tak sanggup ku merangkai kata
Tak sanggup ku menguntai makna
Bila harus ku ungkapkan
Tentang rasa kehilangan
Andai saja saat ini masih milik kita
Andai saja masa itu kan berulang kembali.
Tawa-canda!
Marah-sapa !
Semua yang terbiasa ada antara kita
Tak ku sangka sore itu terakhir kali kudengar suaramu lewat telepon
Ayah.............
Kini kau telah pergi
Rasanya takkan pernah siap kami kau tinggalkan
Sosok panutan yang takkan pernah kami dapatkan lagi
Tapi kami telah merelakan kepergianmu
Selamat jalan Ayah..
Doa kami pasti selalu menyertaimu


Read more...

Selamat Jalan Ayah 1

Dalam bulan-bulan sebelumnya kondisi ayah memang sangat memprihatinkan karena menderita penyakit jantung. Ayah sudah dua kali masuk rumah sakit sejak dari tahun 2007 silam dan disetiap ia di Opname kondisinya sangat kritis. Tapi di hari-hari menjelang dia pergi kondisi kesehatannya lumayan membaik. Bahkan badannya terlihat mulai gemuk.
Tapi kehendak Tuhan tidak bisa di tolak, dimana tepatnya tanggal 02 April 2008 jam 08.30 sang ayah yang penuh jiwa keteladanan telah pergi untuk selama-lamanya.
Riwayat Hidup sang Ayah
Nama : Martinus Mangape
Tempat / Tanggal lahir : Malimbong,
Agama : Kristen Protestan (Gereja Toraja)
Hobby : Ma'badong dan minum tuak
Nama keluarga yang di tinggalkan
  • Maria Liku (Istri)
  • Peri Mangape (anak I)
  • Yuslia Kadang ( anak I)
  • Dina Bua' Mangape ( anak II)
  • Adolfina Mangape (anak III)
  • Marthen Toding Mangape (anak IV)
  • Jeni Mangape (anak V)
  • Yuspina Mangape (anak VI)
  • Moses Mangape (anak VII)
  • Yuslia Mangape (anak VIII)
  • Maxtrio Tonapa (anak X)
  • Medi (cucu)
  • Gibran (cucu)
  • Yudita (cucu)
  • Londong (cucu)
  • Hizkia (cucu)
  • Sandi (cucu)
  • Yessi (cucu)
  • Elsa (cucu)
  • Dion (cucu)

Sepanjang perjalanan hidup sang ayah selalu di idolakan oleh keluarga, kerabat, warga masyarakat oleh karena kepribadiannya yang :

  1. Berwibawa : Meskipun ayah bukanlah seorang perwira tapi sifat kewibawaannya tidak kala dengan seorang jendral, tidak heran jika pergi ke suatu acara dia selalu di sangka orang lain perwira tinggi. Kewibawaan yang dia bawakan bukanlah kewibawaan seorang yang mempunyai jabatan, kekuasaan atau kekuatan tetapi kesetiaannya dan perhatiannya pada hal yang benar.
  2. Berkepribadian : Ayah hanyal seorang rakyat biasa yang hidup penuh kesederhanaan. Namun dengan hidupnya yang sederhana dijadikan cermin oleh orang-orang yang dekat dengannya bahkan bagi orang yang pernah mengenalnya menilai sebagi orang yang mempunyai nilai kepribadian dan prinsip hidup yang sangat tangguh dan ketenangan jiwanya dalam membela nilai-nilai yang baik.
  3. Penyabar : Meskipun banyak hal yang merong-rong hidup dia sangat sabar didalam memperbaiki dan menyulam setiap sela dan kesalahan-kesalahan yang terjadi.
  4. Beriman (seharusnya di urutan pertama ) : terbukti ketika menjelang hari-hari terkhir hidupnya dia sangat takut dan taan kepada Tuhan. Dia rajin ke gereja bahkan di hari terakhir dia masih sempat mengajak seorang majelis gereja (bukan dia yang diajak) pergi kebaktian.
  5. Kasih Sayang : Dibalik sikapnya yang tegas terdapat sebuah ajaran kasih sayang yang kental.
  6. Romantis : Lewat candanya, hobbinya menanam bunga dan mendengar lagu-lagu kesukaannya, sifat yang selalu membuat kejutan terhadap keluarganya, kan jadi bukti kuat bahwa ternyata ayah seorang yang sangat romantis.

Kenangan pribadi bersama ayah :

  1. Waktu saya kelas 6 SD, ketika itu sudah 1 bulan lebih tidak masuk sekolah dan tidak mau lagi sekolah. Oleh karena tekatnya untuk menyekolahkan anaknya sangat tinggi maka saya di paksa dan diantar sampai di depan kelas. Seandainya ayah bermasah bodoh dan tidak bertanggung jawab saat itu, mungkin saja saya tidak seperti ini.
  2. Mengingat masa kecilku yang mempunyai sifat kewanitaan, ayah membimbing, mengajar aku bagaimana menjadi seorang laki-laki sejati. Meskipun bimbingan yang diberikan kepadaku saat itu tidak kupahami, namun kini aku memahaminya ternyata ayah bisa mengambil satu cara yang ampu untuk merubah sifatku..
  3. Setiap aku pulang ke Toraja saya selalu mencukupkan kebutuhanku termasuk menyiapkan oleh-oleh yang akan kubawa pulang nantinya. Dan ketika pulang dia tidak merasa capek mengantar aku ke terminal Bus.
  4. Dia mencukupi segala kebutuhanku di perantauan
  5. Dia mendoakan aku setiap saat.

Tangis Pilu terjadi

Tanggal 2 April 2008 ayah pergi untuk selama-lamanya. Sebelum ayah meninggal, sekitar jam 19.00 wita, ibu menelpon aku dan di sela-sela percakapan saya dengan ibu ketika saya menanyakan : "kapan Tatok (nama adik angkatku) menikah ?" saat itu dengan jelas saya dengar suara ayah berkata "tanggal 7 april 2008" bukan ibu yang menjawab pertanyaanku, kemudian sebelum telepon saya akhiri, kembali saya menanyakan kabar ayah, dan dengan telingaku sendiri aku mendengar lewat telepon suara ayah berkata "ayah sehat cuma perlu uang untuk beli obat". Satu jam kemudian ketika saya sedang ada rapat di rumah Pak RT ada bunyi HP dan aku lihat No HP Mamak Acok. Spontan saya angkat dan dia berkata "Dek...sa'bara' bangmoko le.... male mo tu ambe'mu". Buru-buru saya pamit sama peserta rapat dan pulang ke rumah. Dalam perjalanan saya mencoba menahan perasaan sedih di hatiku. Sesampai di rumah saya langsung menangis dan menceritakan apa yang terjadi kepada istriku.

Kepergian Ayah dan pengharapan

Dengan kepergian ayah, seolah saya sangat kehilangan hal yang paling berharga dalam hidup aku. Namun dengan pengharapan yang kuat bahwa kepergian Ayah adalah kehendak Tuhan serta peistiwa demikian semua manusia kan menjalaninya.

Selamat jalan, Ayah.

Dedikasi serta perjuanganmu akan kami kenang.

Tersenyumlah dalam dekapan kasih sayang sayang Sang Bapa.

Semoga Tuhan, telah menetapkan sebuah taman yang indah untukmu,

mengampuni segala dosa dan kesalahanmu.

Semoga Tuhan menempatkan Ayah di sisiNya

Selamat jalan ayah....

Doa kami menyertaimu...!!!


Read more...
Template by - PongkyToding