Tampilkan postingan dengan label pengembangan diri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pengembangan diri. Tampilkan semua postingan

5 Prinsip Hidup



Pensil mempunyai 5 kualitas yang bisa membuat anda selalu tenang dalam menjalani hidup, kalau kamu selalu memegang prinsip-prinsip itu di dalam hidup ini.

Seorang anak bertanya kepada neneknya yang sedang menulis sebuah surat.

"Nenek lagi menulis tentang pengalaman kita ya? atau tentang aku?"


Mendengar pertanyaan si cucu, sang nenek berhenti menulis dan berkata kepada cucunya,

"Sebenarnya nenek sedang menulis tentang kamu, tapi ada yang lebih penting dari isi tulisan ini yaitu pensil yang nenek pakai".

"Nenek harap kamu bakal seperti pensil ini ketika kamu besar nanti" ujar si nenek lagi.


Mendengar jawab ini, si cucu kemudian melihat pensilnya dan bertanya kembali kepada si nenek ketika dia melihat tidak ada yang istimewa dari pensil yang nenek pakai.


"Tapi nek, sepertinya pensil itu sama saja dengan pensil yang lainnya." Ujar si cucu


Si nenek kemudian menjawab, "Itu semua tergantung bagaimana kamu melihat pensil ini."

"Pensil mempunyai 5 kualitas yang bisa membuat anda selalu tenang dalam menjalani hidup, kalau kamu selalu memegang prinsip-prinsip itu di dalam hidup ini."

Si nenek kemudian menjelaskan 5 kualitas dari sebuah pensil.


Kualitas pertama, pensil mengingatkan kamu kalo kamu bisa berbuat hal yang hebat dalam hidup ini. Layaknya sebuah pensil ketika menulis, kamu jangan pernah lupa kalau ada tangan yang selalu membimbing langkah kamu dalam hidup ini. Kita menyebutnya tangan Tuhan, Dia akan selalu membimbing kita menurut kehendakNya.


Kualitas kedua, dalam proses menulis, nenek kadang beberapa kali harus berhenti dan menggunakan rautan untuk menajamkan kembali pensil nenek. Rautan ini pasti akan membuat si pensil menderita. Tapi setelah proses meraut selesai, si pensil akan mendapatkan ketajamannya kembali. Begitu juga dengan kamu, dalam hidup ini kamu harus berani menerima penderitaan dan kesusahan, karena merekalah yang akan membuatmu menjadi orang yang lebih baik.


Kualitas ketiga, pensil selalu memberikan kita kesempatan untuk mempergunakan penghapus, untuk memperbaiki kata-kata yang salah. Oleh karena itu memperbaiki kesalahan kita dalam hidup ini, bukanlah hal yang jelek. Itu bisa membantu kita untuk tetap berada pada jalan yang benar.


Kualitas keempat, bagian yang paling penting dari sebuah pensil bukanlah bagian luarnya, melainkan arang yang ada di dalam sebuah pensil. Oleh sebab itu, selalulah hati-hati dan menyadari hal-hal di dalam dirimu.


Kualitas kelima, adalah sebuah pensil selalu meninggalkan tanda atau goresan. Seperti juga kamu, kamu harus sadar kalau apapun yang kamu perbuat dalam hidup ini akan meninggalkan kesan. Oleh karena itu selalulah hati-hati dan sadar terhadap semua tindakan.


Read more...

Pentingnya Kebersamaan

Kebersamaan burung Guilemot bisa menjadi contoh bagi orang percaya dalam belajar dan memaknai kebersamaan
Guilemot adalah sejenis burung laut yang senang hidup berkelompok. Ribuan burung ini hidup bersama di puncak tebing dan batu karang yang sulit dijangkau. Jika ada burung lain atau musuh mencoba menyerang mereka, seluruh kawanan burung itu bersatu memekik dan mematuk musuh mereka. Kebersamaan dan kepandaian mereka mencari tempat berlindung itulah yang menyelamatkan kawanan burung ini. Kebersamaan. Itulah kata kunci kehidupan jemaat mula-mula. 

Kebersamaan di dalam persekutuan dan ketekunan dalam pengajaran rasul. Mereka berdoa bersama dan berbagi hidup sehingga kelebihan yang satu menutupi kekurangan yang lain. Yang lebih mengharukan lagi, mereka melakukan itu semua dengan tulus hati tanpa pamrih. Dengan demikian, persekutuan pun terjaga dengan baik sehingga menjadi kesaksian yang indah bagi pihak luar. Jumlah mereka pun semakin bertambah dan pada akhirnya nama Tuhan dipermuliakan. 

Kita hidup berdampingan dalam persekutuan sehingga bisa membantu dan melengkapi satu sama lain. Ketika menghadapi persoalan berat, tekun berdoa dan saling mendukung dan menopang. Orang percaya juga perlu terus bergumul dengan firman dan selalu mengandalkan perlindungan Tuhan Yesus, Sang Batu Karang. Kalau kita menjalani hidup ini dengan berdoa, bersekutu dengan Tuhan melalui fir man-Nya, dan mengandalkan kuasa-Nya, sesulit apa pun hidup ini, kita dapat menjalaninya dengan damai dan sukacita


Read more...

BAGAIMANA MEMBACA SELURUH BUKU DALAM SEHARI

  1. Satu Buku Sehari
    Pastikan buku tersebut kira-kira memiliki 200-300 halaman. Jika Anda ingin mencoba membaca buku-buku tebal seperti "War and Peace" (yang tebalnya kira-kira 1500 halaman) tentu tidak mungkin. Namun, membaca buku tipis yang mudah dibaca seperti "Siti Nurbaya" dapat dilakukan dalam sehari.


Read more...

Kiat Menumbuhkan Minat Baca


Keluarga menjadi komunitas yang sangat berpengaruh bagi pertumbuhan dan perkembangan anak. Minat dan kemampuan anak dibentuk dari keluarga di mana dia dibesarkan. Salah satu minat dan kemampuan yang bisa ditumbuhkan dalam diri anak lewat keluarga ialah membaca. Berikut ini resep bagi orang tua dalam keluarga Kristen guna menumbuhkan minat baca anak.


Read more...

Kiat Menjadi Pintar dengan Membaca Pintar


Orang yang pintar hampir dapat dipastikan suka membaca. Melalui membaca, Anda akan menemukan berbagai macam informasi yang belum pernah Anda dapatkan sebelumnya. Namun, terkadang Anda sulit memahami isi apa yang and abaca. Oleh sebab itu , sebaiknya Anda mulai belajar cara membaca yang pintar.


Read more...

 
Tabloid KONTAN, Edisi 18-24 Juni 2012, oleh Ekuslie Goestiandi, Pemerhati Manajemen.
Tulisan saya berjudul Etika dan Reputasi pada tabloid ini edisi 30 April-6 Mei 2012 mendapat tanggapan dari seorang rekan. Katanya,"Urusan etika itu seperti belut, seringkali begitu nyata namun tak dapat tertangkap tangan."


Read more...

Kepemimpinan dan Komunikasi

KONTAN, Rabu, 13 Juni 2012, oleh Aries Heru Prasetyo, Ketua Program Sarjana PPM School of Management.
Diskusi tentang kepemimpinan tak akan ada habisnya; mulai dari nilai-nilai yang perlu dibangun hingga proses menarik simpatisan. Tak hanya itu, mekanisme menumbuh kembangkan karisma pun kini juga telah menjadi topik diskusi menarik di sebuah majalah bisnis internasional. Fenomena tersebut sekaligus menegaskan bahwa kepemimpinan merupakan proses dalam hidup perusahaan maupun individu 'sang pemimpin'.


Read more...

Percaya Diri! Kenapa Tidak!


Ingin meningkatkan rasa percaya diri, dan selalu tampil lebih PD, cobalah berkata pada diri sendiri: “kenapa tidak?”


Read more...

KISAH SUP BATU

Alkisah ada tiga pengembara, yang dalam perjalanannya singgah di sebuah kota. Warga kota itu tak pernah bergembira, sebab mereka hidup dengan sangat mementingkan diri sendiri. Mereka mengerjakan segala sesuatu sendiri dan untuk dirinya sendiri. Selain itu, mereka suka mencurigai semua orang. Termasuk kepada tiga pengembara kelaparan yang duduk di tengah alun-alun kota mereka. Tiga pengembara itu membuat api lalu merebus sebuah batu. 


Read more...

Doa Untuk Bangsa

Sebagai bagian dari bangsa Indonesia, kita terkadang gampang menyaksikan fenomena yang terjadi di negara ini. Banyak pemimpin bangsa yang seharusnya menjadi teladan dan panutan rakyat, tetapi satu demi satu digiring ke penjara. Kita pun menjadi galau dengan masa depan bangsa ini. Akan mewarisi apa kelak anak cucu kita? Utangkah? Kemiskinankah? Atau apa?

Akan tetapi, kalau ditanya balik, apa sumbangan positif kita untuk bangsa ini? Kita akan gagap menjawabnya. Malahan kita balik bertanya, siapakah saya ini, sehingga dapat memberikan sesuatu yang positif? Apakah memang benar, kita tidak berdaya dan tidak bisa berbuat apa-apa untuk bangsa kita? 
Saya kira tidak. Sekecil apa pun, kita bisa berperan dan memberikan sumbangan positif pada bangsa ini, asal mau. Mulailah dengan berdoa, baik secara pribadi, maupun menggalang rekan-rekan di persekutuan. Namun, jangan asal berdoa. Bukankah doa "klasik" kita setiap minggu di gereja, adalah berdoa agar Tuhan memberikan hikmat kepada pemimpin negara agar bisa memimpin rakyat dengan bijaksana? 

Dalam Mazmur 20:1-9 adalah salah satu contoh doa umat agar Allah melindungi raja. Doa ini disertai dengan pemberian persembahan dan korban bakaran sebelum berperang. Tujuannya bukanlah untuk meminta pengampunan dosa, melainkan untuk mencari perkenan Allah. Ketika Allah merespons, Dia akan menyatakan kehadiran dan perkenan-Nya dengan memberikan kemenangan kepada raja. Di samping berdoa, kita juga harus menyumbangkan sesuatu (sekecil apa pun) untuk bangsa kita. Hal itu dapat kita lakukan dengan memulai kontribusi dari kota tempat kita tinggal saat ini 

 DALAM KEADAAN KRITIS, 
MENGELUH TIADA HENTI JUSTRU MEMBUAT KITA LETIH 
 DAN TAK MAMPU MEMBERI ARTI 


Read more...

Kemuliaanku dan sukacitaku

Hubungan di antara manusia di zaman ini semakin kering, dan banyak hubungan bersifat saling memanfaatkan. Mungkin manusia di zaman ini sangat haus akan hubungan yang tulus dan murni yang tidak menyembunyikan niat lain. Manusia di zaman ini saling merasa takut dan curiga, karena takut ditipu dan dirugikan. Manusia di zaman ini semakin menjadi biasa dengan basa basi. 

Di sini, ada satu jenis hubungan yang begitu tulus dan murni. Tidak ada niat lain selain memang saling mengasihi dengan tulus hati. Itu adalah hubungan gembala-domba, dan hubungan di antara saudara seiman di dalam Yesus Kristus. Betapa indahnya hubungan ini, karena saling bisa mengucapkan: “kaulah kemuliaanku dan sukacitaku!” Mereka saling mengharapkan bahwa di hari pertemuan dengan Yesus kelak, mereka saling bisa menjadi kemuliaan satu dengan yang lain, yaitu Anda menjadi kemuliaan bagi saya, dan saya menjadi kemuliaan bagi Anda. 

Tentu saja hubungan yang seperti ini tak mungkin terjalin hanya dengan kata-kata, tetapi dengan kasih yang nyata yang disertai pengorbanan satu dengan yang lain, seperti kata Paulus: 
“Demikianlah kami, dalam kasih sayang yang besar akan kamu, bukan saja rela membagi Injil Allah dengan kamu, tetapi juga hidup kami sendiri dengan kamu, karena kamu telah kami kasihi.”
 Apakah Anda sudah memiliki orang-orang yang menjadi kemuliaan dan sukacita bagi diri Anda?


Read more...

Apakah anda sudah merdeka ?

Tidak terasa sudah 65 tahun Indonesia mengecap kemerdekaan, namun sepanjang waktu itu ternyata masih banyak rakyat di negeri ini yang hidupnya dalam belenggu perbudakkan. Mereka diperbudak bukanlah oleh bangsa lain, tetapi oleh pikiran mereka sendiri. Cobalah lihat berapa banyak orang Indonesia yang berani bersaing dengan orang dari negara lain untuk meraih posisi pekerjaan yang tinggi di perusahaan-perusahaan besar yang ada di negeri ini? Masih sangatlah kecil. Bedakan dengan orang-orang Amerika Serikat. 

Orang Amerika Serikat dimanapun mereka berada hampir dipastikan mendapat tempat (posisi) yang terbaik di perusahaan-perusahaan dimana mereka terdaftar sebagai pekerja. Hal ini terjadi bukanlah karena mereka diuntungkan oleh karena faktor bahasa dimana bahasa Inggris adalah bahasa pergaulan internasional, tetapi karena mereka memiliki mental orang merdeka. Orang Amerika sadar benar bahwa sebagai orang yang bebas, mereka mampu melakukan segala sesuatunya. Mereka tidak perlu takut untuk berkompetisi dengan orang-orang dari bangsa lain. Dalam pikiran mereka, jika mereka ingin menggapai sesuatu maka hal itu pasti bisa terjadi jika mereka mau mengusahakannya. 

Ini adalah sikap positif yang seharusnya dimiliki juga oleh setiap orang di dunia. Berani melakukan apapun, selalu yakin dengan kemampuan yang mereka miliki, dan kepercayaan diri yang tinggi adalah ciri-ciri orang yang hidupnya tidak berada di dalam keterikatan. 

Sudahkah semua ini ada di dalam diri Anda? 
Penghalang terbesar orang untuk hidup merdeka adalah pikirannya sendiri.


Read more...

Stop Dreaming, Start Action

“Ingin sukses…..:!!
Saya……!
 Anda……!
Ya….semua orang ingin sukses.
Tapi bagaimana caranya ? adalah sebuah pertanyaan yang harus terjawabkan sedini mungkin.

Kita berangan-angan agar bias sukses, akan tetapi langkah untuk mencapai kesuskesan itu menjadi dilema yang harus dilawan. Kebanyakan orang tidak bersedia mau melakukan apa yang harus di lakukan untuk mencapai apa yang di angankan tersebut. Semantara kata “SUKSES” adalah sebuah tulisan yang terukir tebal dalam otaknya.

Kita melihat kenyataan yang ada bahwa hanya ada sedikit orang yang mencapai kesuksesan tersebut sedangkan cukup banyak yang tidak berhasil mencapainya. Begitu banyak orang yang hanya mencapai garis mimpi dan terus berharap jatuhnya rejeki dari langit. Mereka lupa untuk bertindak dan berlari mengejar, bahkan ada yang bertindak dan berlari mengejar akan tetapi ketika ada sedikit masalah kemudian keluar dan menyerah.

Kita coba melihat kepada para pejuang tangguh yang sukses. Mereka terus berlari mengejar ketinggalannya. Belajar dari kesalahan dan pantang menyerah takala ada kendala di tengah jalan. Mereka konsisten.

Terkadang untuk Stop Dreaming Start Action, kita membutuhkan sebuah pemicu. Sebuah tantangan atau sebuah kesempatan. Masalah menang atau kalah tidak masalah sama sekali, namun hanya dengan berada di gelanggang dan melakukan yang terbaik saja, saya dan anda sudah akan mendapatkan banyak sekali pengalaman dan pelajaran berharga. Jadi, sudahkah anda mengambil tindakan yang diperlukan untuk mencapai impian anda hari ini? Ataukah anda masih saja selalu Stop Action dan Start Dreaming?

Waktunya untuk melakukan kebalikannya, yaitu: Stop Dreaming Start Action!


Read more...

BANDENG PRESTO

Ikan bandeng memiliki daging yang lezat. Namun, sayangnya memiliki tulang dan duri yang susah dipisahkan dari dagingnya. Salah satu cara mengatasi masalah ini adalah dengan mengolah bandeng menjadi bandeng presto. Bandeng diolah dengan pressure cooker, alat masak yang bekerja dengan memberikan tekanan tinggi. Tekanan ini telah diatur sedemikian rupa, sehingga tulang dan duri bandeng tersebut bisa menjadi lunak, tetapi dagingnya sendiri tidak rusak. Kita pun dapat menikmati daging bandeng yang lezat tanpa harus terganggu dengan tulang dan durinya lagi.  

Mirip dengan ikan bandeng, ada juga banyak "tulang dan duri" dalam diri kita yang membuat hidup kita tidak menyenangkan bagi Tuhan. Mungkin "tulang dan duri" itu berupa kesombongan, kekurangpercayaan, kekerasan hati, pola pikir yang salah, dan sebagainya. Maka, kerap kali Tuhan harus mengatasinya dengan "memasukkan" kita untuk sementara waktu ke dalam "pressure cooker", yakni situasi hidup yang membuat stres. Tentu dengan "takaran tekanan" yang sudah Dia atur, sehingga tidak akan melebihi kemampuan kita untuk menanggungnya. Cukup kuat untuk "melunakkan duri" alias membentuk kita, tetapi tidak sampai membuat kita hancur. 

Apabila saat ini kita sedang berada dalam situasi yang menekan, yang membuat kita stres, jangan menyerah. Tetaplah beriman kepada-Nya. Bahkan, pakai kesempatan ini untuk merenung dan mencari apa yang Dia ingin kita ubah dalam diri kita. Lalu jalani dengan kesabaran dan ketekunan. Agar melalui proses ini, kita menjadi pribadi yang lebih baik dan memuliakan Tuhan 

TEKANAN HIDUP DIBERIKAN DALAM TAKARAN YANG CUKUP 
AGAR KITA DIBENTUK MENJADI SAKSI YANG HIDUP


Read more...

MENGHADAPI RAKSASA KEHIDUPAN


Pada saat kita harus berhadapan dengan kesukaran yang teramat besar.Entah berupa penyakit yang tak kunjung sembuh, atau tekanan pekerjaan yang sangat berat; entah juga berupa kehadiran "orang sulit" di dekat kita-atasan di kantor, rekan sepelayanan, klien, tetangga-sangat menjengkelkan, tetapi kita tidak bisa hindari. Atau, bisa juga berupa kebiasaan buruk yang terus membelenggu, kita ingin menjauh, tetapi tak juga bisa lepas. Semua itu membuat kita merasa kecil dan tak berdaya.

Dalam keadaan demikian, kita bisa belajar dari Daud ketika menghadapi Goliat. Secara fisik, Daud sangat tidak sebanding dengan Goliat. Daud berperawakan biasa, Goliat raksasa. Daud penggembala kambing domba, Goliat prajurit profesional. Daud bersenjata "umban dan batu", Goliat bersenjata perang lengkap. Namun akhirnya, kita semua tahu, Daud berhasil mengalahkan Goliat. Apa kunci sukses Daud? Daud berhasil karena ia berfokus kepada Allah

Ya, jika kita berfokus pada kesukaran yang menghadang, maka kesukaran itu akan kita rasakan berkali-kali lipat lebih besar daripada yang sebenarnya. Efeknya, kita akan merasa kecil dan tidak berdaya. Kalah sebelum bertanding. Namun, kalau kita berfokus pada Allah-pada kasih dan kuasa-Nya-kita akan mendapat kekuatan ekstra untuk menghadapi segala tantangan. Kita memang lemah, tetapi Allah yang memiliki kita, Mahakuat. Bersama-Nya kita bisa, dan tidak ada alasan untuk kita tidak sanggup mengatasi kesukaran sebesar apa pun

DI DALAM TUHAN
TIDAK ADA GUNUNG YANG TERLALU TINGGI UNTUK DIDAKI


Read more...

Bersikap Adil


Dua orang pemuda melamar kerja. Yang pertama pandai, ulet, dan jujur, tetapi tidak pandai bicara. Penampilannya pun kurang rapi. Pemuda kedua seorang pemalas yang tidak jujur, tetapi bermulut manis dan berpakaian necis. Ketika diwawancara, ternyata si pemuda kedua diterima! Sebuah keputusan yang tidak adil, tetapi dapat dipahami. Kita cenderung menilai seseorang berdasar kesan pertama. Tidak objektif, sebab kita tidak tahu isi hatinya. Akibatnya, kita jadi sulit bersikap adil.

Dalam dunia yang tidak adil, Nabi Yesaya menubuatkan akan datangnya Mesias sebagai Hakim Adil. Dia bisa bersikap adil sebab memiliki Roh hikmat dan pengertian. Dia mengenal isi hati seseorang; bisa melihatnya secara objektif, sehingga dapat bersikap adil. Penghakiman-Nya bukan berdasarkan kesan pertama yang menipu. Tidak juga dipengaruhi oleh apa kata orang. Mesias akan membela mereka yang selama ini menjadi korban ketidakadilan dari penguasa. Dia akan berpihak kepada mereka yang tidak diperlakukan secara adil: lemah, tersisih, dan tidak dimengerti.

Apakah Anda merasa diperlakukan tidak adil? Apakah orang kerap salah memahami Anda? Datanglah kepada Yesus yang mengenal Anda luar-dalam. Dia tidak akan menghakimi Anda seperti orang lain. Tuhan kita Raja Keadilan! Periksalah juga bagaimana cara Anda menilai sesama, terutama bawahan Anda. Sudahkah Anda bersikap adil? Apakah penilaian Anda sering dipengaruhi oleh apa kata orang atau kesan pertama Anda tehadapnya? Mintalah hikmat agar Dia memampukan Anda bersikap

SETIAP ORANG YANG MENGAKU DIRI ANAK TUHAN
HARUS MENJADI PEJUANG KEADILAN


Read more...

Dusta

Membiarkan berkembangnya sesuatu yang berpengaruh buruk adalah kesalahan serius. Ibarat penyakit menular, jika dibiarkan akan semakin banyak korbannya. Ibarat sel kanker, jika sudah berkembang hingga ke stadium lanjut akan semakin sukar dilumpuhkan. Ibarat kebiasaan buruk, jika dibiarkan sejak anak-anak akan menjadi watak yang buruk. Daya rusaknya sudah terlampau kuat untuk dihambat. Satu- satunya cara mengatasi hanyalah mencegah atau memberantasnya selagi masih dini.

Ada hal-hal di dalam kehidupan ini yang tidak bisa dikompromikan, sebab memang sejak dari akarnya sudah bertolak-belakang. Termasuk dusta melawan kebenaran. Jika kebiasaan buruk berdusta dibiarkan, akan menjadi bencana di kemudian hari. Kita harus bersikap tegas terhadapnya

TIADA CARA LAIN UNTUK MEMERANGI DUSTA
SELAIN MEMANGKASNYA SEDINI MUNGKIN DAN SESERIUS MUNGKIN


Read more...

Apakah Anda Tulus ?

Black in News : 
Wajahnya lugu. 
Sederhana. 
Tutur katanya simpatik. "Soal gaji sih terserah saja. Saya terima. Yang penting bisa kerja membantu Tuan danNyonya," ujar Yati. 
Sang majikan terkesan. 
Yati diterima menjadi pembantu rumah tangga. 
Ia dipercaya. 
Kunci-kunci rumah dipegangnya. 
Dua bulan kemudian, majikannya sangat kaget ketika tiba di rumah. Semua barang berharga mereka habis terkuras. Yati lenyap. Rupanya ia adalah anggota sindikat perampok yang beraksi dengan bepura-pura menjadi pembantu. 
Wajahnya tulus, namun hatinya bulus!  
Sahabat Black, Sulit mencari orang berhati tulus. Langka, tetapi sangat berharga. 
Orang yang tulus hati membuat rencana tanpa intrik. Berbicara tanpa melebih-lebihkan. Memberi bantuan tanpa pamrih. Menampilkan diri apa adanya tanpa berusaha terlihat suci. Ia benci kemunafikan dan kepalsuan. Seperti itukah Anda? Apakah Anda dikenal sebagai orang yang tulus hati? 
Tanpa hati yang diwarnai ketulusan
Anda tidak bisa membuat Allah terkesan


Read more...

Belajar dari Semut (bagian 2)

Black In News :
Sebelumnya kita sudah simak cerita dari nabi Salomo mengenai semut, kali ini kita akan memperhatikan secara langsung, apa saja sih yang bisa kita amati secara langsung ketika menemukan kumpulan semut. Hewan kecil yang berwarna hitam ini mempunyai karakter yang sangat bagsu untuk di simak. Berikut adalah hal yang menari dan perlu kita contoh dari semut :
  1. Peduli
    Peduli dan peka terhadap segala hal yang terjadi dalam lingkungannya serta selalu memelihara rasa cinta kasih kepada sesama. 
  2. Positif dan antusias
    Selalu antusias dalam berpikir dan bertindak demi mencapai tujuan berusaha. Namun segala pemikiran dan tindakan tersebut bersifat positif demi menjaga kelangsungan usaha. 
  3. Inisiatif
    Memiliki inisiatif dalam menjalankan usaha berdasarkan motivasi yang kuat untuk maju dan mencapai tujuan tanpa menunggu komando, dan tanpa menyimpang dari kebijakan perusahaan atau negara. 
  4. Rendah hati
    Berusaha selalu optimis dalam setiap langkah, namun tidak sombong dan selalu menghargai serta menghormati orang lain. 
  5. Kreatif dan inofatif
    Selalu kreatif dalam berusaha dengan melakukan berbagai inovasi agar dapat memenangkan persaingan dan menjadi Leader dalam lingkungannya. 
  6. Disiplin dan bertanggung jawab
    Memiliki rasa tanggung jawab yang besar terhadap kelangsungan hidup kegiatan usaha. Untuk itu, diperlukan disiplin yang tinggi dalam menjalankan semua peraturan/ketentuan demi mencapai tujuan. 
  7. Kerjasama
    Mampu menjalin kerjasama untuk menggalang kemitraan dengan semua kalangan dalam menjalankan tugas agar sukses mencapai tujuan. 
  8. Produktif
    Bekerja secara profesional, tekun, dan sungguh-sungguh untuk mencapai hasil yang maksimal. 
  9. Komitmen dan tabah
    Memiliki komitmen yang tinggi terhadap semua keputusan/peraturan dan kesepakatan yang telah ditetapkan serta bertanggung jawab melaksanakannya tanpa tawar-menawar. 
  10. Komunikatif
    Memiliki kemampuan berkomunikasi dengan menguasai tekniknya secara baik, sehingga mampu menyampaikan segala informasi yang diperlukan tanpa menimbulkan kesalah-pahaman.
    Semoga sahabat djarum black bisa terinspirasi kepada hewan kecil dan hitam ini.


Read more...

Belajar dari Semut

Suatu hari Raja Daud mengajak Salomo anaknya menemaninya berjalan-jalan di taman istana. Setelah letih berkeliling duduklah dia di bawah sebuah pohon rindang. Dilihatnya Salomo sedang asik memandangi sesuatu. Rasa penasaran Daud mendorongnya untuk menghampiri Salomo. "Anak ku apa yang sedang engkau lihat?" tanya sang ayah.

Suatu hari Raja Daud mengajak Salomo anaknya menemaninya berjalan-jalan di taman istana. Setelah letih berkeliling duduklah dia di bawah sebuah pohon rindang. Dilihatnya Salomo sedang asik memandangi sesuatu. Rasa penasaran Daud mendorongnya untuk menghampiri Salomo. "Anak ku apa yang sedang engkau lihat?" tanya sang ayah.

"Oh lihatlah ayah sekawanan semut itu, mereka begitu sibuk mengangkat daun menuju sarang. Untuk apa sebenarnya daun-daun itu?" tanya Salomo kepada ayahnya.

"Daun itu adalah makannya, anakku. Ini adalah musim dimana mereka biasa mengumpulkan makanan, untuk bekal ketika salju mulai turun menutupi bumi." Jawab Daud.

"Lihatlah mereka begitu kecil tapi sanggup mengangkat daun yang begitu besar, bahkan jauh lebih besar dari tubuh mereka sendiri. Ternyata semut tidak selemah yang aku kira selama ini." Sambung Salomo. Dia tampak begitu heran dan kagum dengan pemandangan yang sedang dilihatnya.

"Yah itulah Kuasa Tuhan, bahkan binatang yang paling lemah diberikan Tuhan kekuatan melebihi yang lain. Tuhan itu adil. tahukah kamu anakku, semut yang kecil ini sanggup mengangkat beban yang bahkan 10 kali lebih berat dari tubuhnya. Seekor gajah yang paling besarpun tidk akan sanggup menandingi kekuatan seekor semut. Anakku, jangan pernah sekalipun engkau meremehkan mereka yang tampak lemah. Belajarlah dari semut! Jika engkau nanti menjadi seorang raja". Jawab Raja Daud.

"Engkau tahu berapa lama mereka akan mengangkat makanan-makanan itu?" tanya Raja.

"Entah ayah, mungkin sampai nanti sore". Jawab Salomo.

"Tidak nak, tidak seperti itu. Mereka akan terus bekerja mengumpulkan makanan hingga musim dingin tiba. Lihatlah bagaimana mereka bekerja! Mereka seakan tidak pernah lelah. Tidak ada yang diam, tidak ada yang tampak sedang asik bersantai bukan?" sambung Raja Daud.

"Ya, ayah benar. Mereka semua bekerja! Tapi Ayah, mungkinkah karena mereka takut akan dihukum jika tidak bekerja? mungkin ada yang sedang mengawasi mereka bekerja." Salomo mencoba mengajukan argumennya.

"Tidak, tidak ada yang mengawasi, semut bukan budak dari siapapun. Semut hanya memiliki seorang ratu yang bertugas melahirkan para semut, sedangkan sebagian besar semut adalah jenis pekerja dan sisannya adalah semut prajurit yang bertugas menjaga koloni dan ratu mereka. Tapi tidak untuk mengontrol para pekerja." Jawab Raja Daud.

"Anak ku, jika engkau mau merenungkannya, engkau bisa belajar banyak dari kehidupan para semut." Sambung Raja Daud.

"Apakah itu ayah, katakanlah supaya aku ini mengert." Pinta Salomo.

"Baiklah, supaya engkau tahu, semut adalah binatang yang bijaksana, yang menyadari bahwa untuk segala sesuatu ada masannya. Mereka menyadari ada waktu untuk mengumpulkan dan bekerja serta ada waktu untuk beristirahat. Ketika masa untuk bekerja datang, mereka akan menggunakannya untuk mengumpulkan bekal makanan. tak satupun dari mereka yang berusaha mencuri waktu untuk bersantai dan bersenang-senang. Karena mereka sadar ketika musim dingin tiba, mereka akan dapat beristirahat di dalam sarangnya yang hangat, semua beristirahat, tidak ada yang bekerja. Mereka makan dan minum, berpesta sambil menanti datangnya musim semi."

"Yang kedua, sebagai semut, mereka tahu bagaimana hidup dalam bersama dalam komunitasnya. Setiap semut paham akan tugas dan perannya masing masing. Mereka menjalankan tugasnya dengan setia. Mereka tidak perlu dipaksa dan tidak perlu didikte. Mereka tetap bekerja tanpa perlu diawasi. Tiap-tiap semut akan melakukan tugasnya dengan sukarela dan sungguh-sungguh. Yang satu tidak iri dengan yang lain. Selain rajin, semut adalah binatang yang memiliki integritas tinggi."

"Anakku jika engkau nanti menjadi seorang raja yang akan memimpin bangsamu, ajaklah rakyatmu belajar dari para semut." Sambung Sang Daud.

Tak terasa hari semakin siang. Matahari sudah berada tepat di atas kepala. Digandengnya tangan Salomo. "anak ku sudah saatnya untuk pulang. Masih cukup waktu untuk kamu bisa merenungkannya nanti."

Ya masih banyak waktu bagi kita untuk merenungkan, betapa tidak sempurnanya kita sebagai manusia, hingga masih harus belajar dari para semut.

Sumber :
http://artikel.sabda.org/belajar_dari_semut


Read more...
Template by - PongkyToding